|
Pencarian
Kategori
• Aksi (1) • Berita Sabilillah (4) • Hiburan (0) • Lowongan (1) • Pengumuman (1) • Prestasi (3) • Teknologi (0) Berita Teratas
Arsip Berita
|
Beranda » Berita Sabilillah » SDIS Tumbuhkan Gemar Menulis Pada Siswa Senin, 31 Januari 2011 - 23:56:26 WIB
SDIS Tumbuhkan Gemar Menulis Pada Siswa Diposting oleh : Administrator Kategori: Berita Sabilillah - Dibaca: 202 kali
MALANG POST (Senin, 18/1/11)- Menumbuhkan kegemaran menulis dan membaca sejak dini menjadi salah satu target pendidikan Bahasa Indonesia di tingkat dasar. Karena itulah, SD Islam Sabilillah (SDIS) Kota Malang memberikan bimbingan khusus kepada siswanya yang berbakat dalam menulis. Hasilnya, dalam lomba yang digelar di tingkat provinsi, empat siswa SDIS mampu meriah penghargaan lomba menulis surat untuk ibu.
“Lombanya sebenarnya dalam rangka memperingati hari ibu, tapi pelaksanaannya baru berakhir kemarin. Dan minggu empat siswa kami mengikuti final di Surabaya dan semuanya bisa memboyong hadiah,” ungkap guru Bahasa Indonesia SDIS, Badiyatus Soliha kepada Malang Post. Untuk dua kategori lomba tingkat SD itu semuanya berhasil disabet oleh siswa SDIS. Untuk kategori B usia kelas 4-6 SD juara satu diraih oleh Aliva Erhan Sefira siswi kelas VI. Erhan boleh dibilang sudah cukup punya pengalaman di bidang tulis menulis. Ia juga pernah menjuarai lomba olimpiade sastra tingkat nasional. Juga beberapa perlombaan lainnya. Juara dua diraih oleh Rafa Nectarina. Sementara di kategori A untuk kelas 1-3 SD juara 3 diraih Ittaqa Ramadhian siswa kelas II dan juara harapan 2 diraih Rokhma Karynda kelas III. Empat penghargaan ini tentu saja cukup membanggakan bagi sekolah mengingat saat ini sangat sulit menemukan siswa yang berbakat dalam bidang tulis menulis. “Mencari anak yang berbakat menulis susah sekali, karena untuk bisa menulis siswa harus punya wawasan luas dan untuk itu ia harus rajin membaca,” ujarnya. Karena itulah berbagai upaya dilakukan sekolah selain membina siswa yang berbakat. Di tiap kelas juga dibuka pojok pustaka yang fungsinya seperti perpustakaan tapi ada di dalam kelas. Diharapkan siswa meluangkan waktu istirahat untuk sekadar melihat dan membaca koleksi buku yang ada di pojok pustaka. Selain itu guru juga aktif merangsang keinginan siswa membaca dengan mendongeng. Sebelum menugaskan membaca, guru mendongeng tentang cerita tersebut agar siswa tertarik membaca isinya lebih dalam. Sementara itu Erhan mengakui dalam lomba menulis surat untuk ibu ini ia banyak mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada sang ibu. “Yang dinilai juga ekspresi saat membacakan surat itu, saat final ibu juga dihadirkan untuk melihat kekompakan kami,” bebernya. (oci) ![]()
Isi Komentar : |
Kalender
Komentar
Agenda
Download
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||





Pengunjung hari ini : 20
Total pengunjung : 6303
Pengunjung Online: 1