|
Pencarian
Kategori
• Aksi (1) • Berita Sabilillah (4) • Hiburan (0) • Lowongan (1) • Pengumuman (1) • Prestasi (3) • Teknologi (0) Berita Teratas
Arsip Berita
|
Sabtu, 31 Januari 2009 - 14:11:28 WIB
Penghargaan Matematika ASEAN Diposting oleh : Administrator Kategori: Prestasi - Dibaca: 169 kali
MALANG - Guru SD Islam Sabilillah, Syaikhu Ahmad Yani patut berbangga. Sebab guru Matematika ini berhasil meraih predikat "The Best Excellent 1" pada Course on Enhancing Mathematics Learning in Primary School using Southeast Asia Realistic Mathematics Education. Sebuah ajang peningkatan mutu guru matematika Sekolah Dasar tingkat ASEAN. Acara diselenggarakan di Jogjakarta 28 Februari -27 Maret lalu. “Saya bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini,” ungkapnya ditemui di sekolah kemarin.
Menurut pria ramah ini, ada 24 peserta yang mengikuti kegiatan ini. 13 berasal dari Indonesia dan 11 orang dari negara-negara anggota Asean. Rinciannya dua orang dari Cambodia, satu orang Thailand, dua orang dari Laos, satu orang dari Myanmar, satu orang dari Vietnam, satu orang dari Malaysia, satu orang dari Philipina, dan dua orang dari Timor Leste. Pada kegiatan ini diajarkan bagaimana cara untuk mengajarkan matematika pada sekolah dasar http://malang-post.com/images/stories/Edupolitan/3003saikhu-sabilillah.gifmenggunakan metode RME (Realistic Mathematics Education). Metode ini berasal dari Belanda dan sudah dikembangkan di seluruh negara Eropa dan Amerika sejak puluhan tahun lalu. “Dengan metode ini, siswa tidak hanya bisa berhitung seketika itu dan lupa jika menghadapi ulangan atau UN. Namun, siswa akan berfikir lebih mendalam tentang proses pemecahan suatu masalah sehingga mereka benar-benar faham dan bisa menghadapi berbagai macam masalah,” jelasnya. Suatu contoh, jika saat ini guru-guru matematika hanya mengajarkan bagaimana cara menjumlahkan dua ditambah tiga sama dengan lima, tidak demikian dengan metode RME. Guru dituntut untuk memberikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa bisa memecahkan masalah tersebut dengan berbagai macam cara. Dalam RME ada 5 komponen dasar pada pembelajaran yaitu Contextual problem, Modelling, Interactivity, Intertwining, dan Students Contributions. Kelima komponen tersebut harus ada dalam setiap pembelajaran matematika. Pada kegiatan ini, semua instruktur berasal dari Indonesia. Mereka semuanya alumni luar negeri yang sebagian besar lulusan Belanda. Proses pembelajaran di kelas menggunakan Bahasa Inggris. Begitu juga dengan percakapan sehari-hari antar peserta. Oleh karenanya peserta kegiatan ini syaratnya harus memiliki TOEFL minimal 400. Sementara dalam proses penilaian, peserta diseleksi dengan tiga macam tes, yaitu Pretest, penilaian dari instruktur setiap sesi pembelajaran, dan post-test. “InsyaAllah dalam waktu dekat, SD Islam Sabilillah Malang akan segera menerapkan metode RME ini untuk proses belajar mengajar matematika di dalam kelas,” pungkasnya.(oci/lim) Sumber http://www.malang-post.com ![]() 0 Komentar : Isi Komentar : |
Kalender
Komentar
Agenda
Download
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||





Pengunjung hari ini : 20
Total pengunjung : 6303
Pengunjung Online: 1